Compiler Dan Interpreter ?

Interpreter adalah program sistem yang berfungsi sebagai penterjemah kode program yang dibuat oleh programmer ke dalam bahasa mesin. Interpreter mengeksesusi perintah baris demi baris dengan mengikuti logika yang ada.
Compiler adalah program sistem yang juga berfungsi sebagai penterjemah kode program ke dalam bahasa mesin agar bisa dijalankan oleh mesin. Perbedaannya dengan interpreter adalah compiler mengeksekusi seluruh instruksi dalam program sekaligus.

Maju Pantang Mundur

Functions dalam PHP

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِي

Kekuatan sebenarnya dari PHP berasal dari fungtions, PHP memiliki lebih dari 1000 functions yang membangunnya.

Defenisi Pengunaan Functions PHP :
- Selain dari Functions dari PHP , kita dapat membuat function kita sendiri
- Fungsi adalah sebuah blok pernyataan yang dapat digunakan berulang kali dalam sebuah program.
- Sebuah function tidak akan diekseskusi ketika halaman load.
- Sebuah function akan dieksekusi ketika dilakukan panggilan ke function.

Maju Pantang Mundur

Simple Pop-Up Pure CSS & Javascript ……..

OK, ……. Baiklah Disini saya akan mencoba memulai dari pada tidak pernah memulai ……
Bagaimana membuat sebuah pop-Up , murni dari CSS dan Javascript tanpa mengunakan framework JS, yang kebanyakan beredar
ya saya kurang suka mengunakan framework JS karena tidak semua fungsi dari framework JS tersebut yang digunakan ,…….
Ya mungkin untuk saat ini saya berfikiran seperti itu, tapi itu akan bertahan hingga waktu yang belum ditentukan .
ok …….. Begin .

Maju Pantang Mundur

Javascript Introduction / Implementation

          Untuk memulai belajar apapun termasuk javascript paling baik dan utama adalah sebuah implementasi. OK jadi mari memulai,.. Element <script> di document HTML digunakan agar javascript dapat berjalan dengan baik. <script> element diletakkan di tag <head> atau <body> sesuai kebutuhan, Jika tag <script> di letakkan di <head> ketika di load tentunya javascript akan diproses terlebih dahulu sebelum semua page HTML termasuk <body> ter-load secara keseluruhan,cara ini akan membuat kinerja javascript akan berjalan optimal.
       Javascript dapat ditulis langsung di document HTML atau dapat juga dengan external file javascript, semua tergantung kebutuhan,keuntungan menulis javascript di file yang berbeda: akan membuat ukuran file code html lebih kecil dan tentunya akan code akan kelihatan bersih yang akan mempermudah untuk melakukan develop nantinya ,file external javascript juga bisa digunakan ulang dengan code yang sama dibanyak halaman WEB.

Maju Pantang Mundur

Pemrograman berorientasi objek


Pemrograman berorientasi objek (Inggrisobject-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya,
Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.
== Konsep dasar dari Pemrograman Berorientasi Objek Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut:
  • Kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
  • Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
  • Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
  • Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
  • Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.

Newer Posts Older Posts